Alternatif Pemahaman Ilmu Tauhid

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين ولا عدوان الا على الظالمين والصلاة والسلام سيدنا محمد أشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله وصحبه أجمعين : Dilalah iltizamiyah dari judul “ Alternatif Pemahaman Ilmu Tauhid” Seseorang memilih alternatif berarti memilih jalan lain. Seolah ada beberapaTauhid dalam agama islam. Demikian itu adalah dilalah lafdziyyah dari judul “ ALTERNATIF PEMAHAMAN ILMU TAUHID”yang tak terelakkan. Benarkah demikian?. Ilmu tauhid Dalam beberapa kitab tauhid ahlussunnah terlihat jelas bahwa ilmu dan makrifat adalah kalimat yang murodif ( dua lafal satu ma’na) ya’ni sebuah penemuan yang mantap yang tumbuh dari berfikir pada kenyataan yang ada. Hanya saja menuryt syara’, tidak boleh kalimat makrifat di sandarkan kepada Allah ta’ala karena memberikan kesan Sabqol jahli ( di dahului bodoh) pada ilmuNya yang qodim. Imam Assubky dalam Jam’ul Jawami’nya mengatakan “ المصيب فى العقليات واحد” bahwa kebenaran dalam masalah hukim akal ( Aqo’id ) hanya satu (tidak beralternatif) yaitu perkara yang sesuai dengan fakta. Maka Ilmu Tauhid sesuai dengan kalimatnya (wahhada-tauhiidan)adalah pemahaman yang tunggal karena dia tak bisa di hasilkan secara sempurna kecuali dengan menggunakan akal sehat ya’ni pemahaman pada Ma’bud yang tidak Ta’addud (bilangan ) pada dzat, sifat dan penciptaannya. Wajib wahdaniyat muhal Ta’addud. Hal itu sebagimana Allah Ta’ala tunjukan kepada kita : Perlu di ketahui bahwa Ayat tersebut di awali dengan kalimat perintah, فاعلم dari masdar علما yang berarti ilmu menunjukan bahwa tidak cukup dalam bertauhid selain menggunakan imu sebagaimana BIMBANG (yang sedang di hadapi oleh penulis ajaran tauhid alternatif;Pen), taklid,jahlun murakkab,dan lain sebagainya. Dalam ayat tersebut ada dua perintah yaitu perintah bertauhid dan perintah mohon ampunan ( istighfar). Mendahulukan perintah bertauhid dari pada istighfar itu artinya wajib mendahulukan ilmu tauhid dari pada furu’. Adapun devinisi aqliyat dalam perkataan Imam Assubky bisa di lihat dalam syarahnya : وهي ما لا يتوقف على سمع كحدوث العالم وثبوت الباري وصفاته وبعثة الرسل ِ”Aqliyat adalah sesuatu perkara (pengetahuan) yang tidak tergantung pada dalil-dalil sam’i sebagaimana kebenaran akan barunya alam yang menunjukan wajib wujudnya Allah Al baary dan sifat-sifat yang wajib bagiNya serta di utusnya para utusan Allah. Artinya kebenaran tentang sifat-sifat risalahnya (shidiq,amanah,tabligh,fatonah)”. Sebagai contoh,kita menyaksikan ada dua orang. Keduanya berselisih dalam masalah aqliyat. Yang satu mengatakan dan menetapkan bahwa tuhan adalah jisim yang sangat besar bersemayam di atas arsy. Sedang yang satunya mengatakan menafikan jisim dan sifat-sifatnya tersebut. Terang sudah bagi kita ada tsubut dan nafi (dua orang yangt menetapkan dan menafikan). Kalau kemudian di benarkan semua,itu sama halnya mengumpulkan dua perkara yang mustahl bagi akal berkumpulnya ya’ni tsubut dan nafi . Ya dan tidak berkumpul jadi satu secara bersamaan. Seperti mengatakan “ si fulan sedang duduk dan tidak duduk,sedang makan dan tidak makan,sedang berlari dan tidak berlari,begitu seterusnya. Tidak diragukan lagi bahwa seluruh ummat islam baik awam maupun yang khos mengakui bahwa agama islam adalah agama yang benar. Akan tetapi jika umat islam tersebut tidak bisa membuktikan kebenarannya maka pengangkuannya tentu tidak bisa di pertanggung jawabkan. Maka pantas jika kita temui dalam kitab-kitab tauhid ahlussunah terdahulu,terdapat Khilaf tentang imanya orang taklid yaitu iman yang hanya menyandarkan apa kata orang lain tanpa mengetahui dalil-dalil aqo’id imannya. Bahkan ada sebagian ulam kita yang mengatakan : المقلد ليس بمؤمن أصلا “Seseorang yang Aqidahnya taklid bukanlah orang yang beiman sama sekali’. Lalu bagaimana dengan kondisi ummat sekarang? Banyak di antara kita yang tidak tahu aqoid walaupun dengan taklid. Kalau taklid saja khilaf,bagaimana dengan orang yang derajatnya di bawah taklid? Bagi yang berakal sehat tentu pilihan tepat baginya adalah mencari ilmu agar keluar dari lingkaran taklid yang khilaf, hingga menjadi mu’min yang makrifat sebelum di tutupnya pintu taubat. Tidak ada alternatif lain kecuali makrifat ma’na syahadat. Tidak perlu bimbang sebagaimana pembawa ajaran Tauhid alternatif yang meresahkan umat. Namun sebagaimana halnya dengan ilmu ilmu yang lain, maka perlu adanya guru yang membimbing yang ahli dan arif serta punya cahaya hati dan akal (bashiroh). Sebagaimana di katakan Oleh Al imam Al waliyyu Sholih Abu Abdilah ibn Muhammad Assanusy: ( لكن على العاقل ان ينظر اولا فيمن يحقق له هذا العلم ويختره للصحبة من الأئمة المؤيدين من الله تعالى بنور البصيرة ) اي واذا علمت أن التقليدلايكفي وأنه لابد من االمعرفة والتعلم للنظر الصحيح فلا تتعلم العقائد بأدلتها الا على عارف حق المعرفة لا على كل من يدعي العلم فدفع بالاستدراك ما يتوهم من انه يتعلم على كل من يتصدى للتعليم “akan tetapi bagi orang yang berakal,mesti teliti dahulu mana orang yang pantas untuk menerangkan serta menegaskan (negesaken;jawa) Ilmu ini,untuk di jadikan sebagai pilihan teman hidupnya. Mereka adalah orang yang di beri kekuatan oleh Allah ta’ala dengan cahaya hati.Artinya ketika anda sudah tahu bahwa taklid dalam ilmu tauhid tidak cukup dalam artian wajib makrifat sedang jalan makrifat adalah mengaji ilmu nadzor yang benar, maka jangan sekali-kali kamu menimba ilmu aqoid serta dalilnya kecuali kepada orang yang benar – benar mengetahuinya. Tidak pada sembarang orang/kyai/ustadz yang mengaku tahu akan pegakuanya tidak bisa di pertanggungjawabkan. Fahamilah dari kata istidrok mushonnif !!! Adapun Tawaran serta janji dari “Tauhid alternatif” yang tidak bsa di pertanggungjawabkan tersebut,bahwa : “ barang siapa yang mempelajari tauhid alternatif maka dia akan terjaga tali silaturrohimnya aman dari gangguan masyarakat luas serta mendapat berkah dan lain sebagainya… maka itu adalah bujukan rayuan yang sifatnya menggoda saja. Sesungguhnya dakwah Rosululloh yang terjaga dari godaan syaitan (ma’shum),bertentangan sekali dengan tawaran tauhid alternatif. Sebagai bukti bisa kita lihat dalam Alqur’an Surat Tabbat serta jangan lupa lihat juga Tafsirnya. Ketika rosulullah shallallahu alaihi wasalama mengumpulkan dan mengajak kaumnya,Rosulallah berkata “Aku peringatkan kamu sekalian sebelum tiba Adzab yang dahsyat”. Lalu apa yang di katakan oleh Abu Lahab yaitu paman Nabi sendiri?.”Binasa kamu muhamad. Hanya karena itukah kamu mengundang kami sekalian?. Kemudian abu lahab berdiri dan pergi meninggalakan Nabi. Itu terjadi ketika Nabi mendapat wahyu agar menyerukan dakwah pada kerabat-kerabatnya (yang sudah terjalin baik selama itu ) : وأنذر عشيرتك الأقربين ) ) (lihat dalam kitab Hasyiyah Al’allamah asshowiy ala Tafsir Jalalain Juz IV hal.494. cetakan Darr alfikr) Maka kemudian turun surat Tabbat itu. Fafham ya akhi muslim!!! Perlu di katahui bahwa pembawa ajaran Tauhiid Alternatif alasan dalam menyusun risalah ajarannya adalah untuk menyikapi ketauhidan yang selama ini dia merasa bimbang. Pertanyaannya ”bisakah orang yang bimbang menentukan pilihan?

Tentang Daarulmajaadzib

KAJIAN STUDI TAUHID - Membangun Manusia yang Berketuhanan Yang Maha Esa Seutuhnya
Pos ini dipublikasikan di Tauhid. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s